Langsung ke konten utama

Kapan Menikah?

Sahabatku, kadang dalam hati diriku bertanya, “Sampai kapan kalian bertanya kapan aku akan menikah?” Tidakkah kalian bosan mengulang-ulang pertanyaan yang sama setiap kali kita bertemu, padahal ada hal-hal lain yang bisa kita perbincangkan serta tidak melukai perasaan.

Jika pada jawaban-jawaban sebelumnya diriku berkata, “Insya Allah segera, doakan saja,” maka kali ini aku akan menjawab pertanyaan kalian dengan sebentuk tanya “Kapan dirimu meninggal dunia?” Barangkali dirimu akan berpikir betapa kejamnya diriku karena melontarkan pertanyaan itu. Tetapi bukankah ada tiga hal yang memiliki kesejajaran rahasia di sisi Allah, yaitu jodoh, maut dan rezeki, jadi untuk apa mempertanyakan hal yang menjadi kewenangan Allah dalam menjawabnya.

Jodoh itu serupa mati, tugasku bukan sekadar menjawab pertanyaan tetapi mempersiapkan diri agar diberi kepantasan mendapatkannya. Kalau mau bijaksana, harusnya kalian mengerti bahwa suatu ketika saat Allah yakin diriku mampu menerima amanah berumah tangga, niscaya kesempatan itu tak akan kusia-siakan. Karena aku percaya pada akhirnya langkahku dalam mencari jodoh akan berhenti pada seseorang yang juga bersedia menghentikan langkah pencariannya. Pada saat itu, kami saling meyakini sudah saatnya merasa cukup sebab telah saling menemukan.

Sahabat-sahabatku, aku mengerti kalian peduli padaku. Tetapi, tidakkah kalian sadari bahwa setelah proses saling menemukan kemudian memutuskan berumah tangga, masih banyak pencarian-pencarian yang jauh lebih penting. Mulai dari pencarian kesadaran berkarib ajar kasih sayang, mendoakan satu sama lain, mengasuh dan membesarkan anak-anak dengan bekal agama, menyelaraskan kerukunan antar mertua, menciptakan teladan bagi masyarakat. Adakah semua itu sudah kalian tunaikan, atau justru kalian masih mengeja namun seolah-olah sudah menguasai segalanya?

Semakin banyak kalian bertanya, “Kapan menikah?” Justru diriku curiga pada pernikahan kalian. Jangan-jangan ada sebentuk sesal setelah menikah, sehingga kalian butuh teman senasib sepenanggungan untuk mengingat indahnya masa-masa melajang?

Sudahlah, nikmati saja pernikahan kalian sebab aku juga sedang menikmati masa-masa mempersiapkan diri sebelum Allah memberi amanah melakukan pernikahan. Bukankah menikah ialah kesempurnaan separuh agama, jadi pedomanilah firman-Nya “Untukmu agamamu, untukku agamaku,” yang dalam hal ini kumaksudkan ‘uruslah rumah tanggamu, kelak aku juga akan mengurus rumah tanggaku.’ Agar kesempurnaan agama yang digariskan melalui pernikahan benar-benar dapat terlaksana. Besar harapku, semoga kalian mengerti kiranya. 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh-Rencana Studi untuk Essai LPDP (berhasil lolos)

Rencana Studi Nama saya Safitri Akbari, saya menyelesaikan program sarjana saya di Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas Tanjungpura Kalimantan Barat. Saya menyelesaikan pendidikan sarjana dengan masa studi 3 tahun 6 bulan sebagai penerima Beasiswa Bidikmisi. Saya bercita-cita untuk menjadi seorang dosen, hal ini dikarenakan saya memiliki hobi mengajar. Pengabdian kepada Bangsa Indonesia dapat saya lakukan dengan cara mencerdaskan anak-anak bangsa lewat mengajar. Namun untuk menjadi seorang dosen, saya harus melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 agar kualitas ilmu akuntansi yang saya miliki meningkat, sehingga saya dapat memberikan pengajaran dengan kualitas yang baik. Untuk pendidikan pada jenjang S2 nantinya, saya berencana untuk mengambil disiplin ilmu Akuntansi yang sebelumnya sudah saya tekuni di pendidikan saya sebelumnya. Berdasarkan kondisi di atas memberikan alasan yang kuat bagi saya untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 di bidang Sains Akunt...

resensi buku KEAKHWATAN 1

URGENSI TARBIYAH BAGI AKHWAT MUSLIMAH Penanaman dan Pemeliharaan Iman Menghajatkan Kerja yang Serius Tarbiyah menawarkan silabus yang membuat peserta didik berada dalam suasana kesungguhan, bukan semata hiburan. Tarbiyah membawa masyarakat berada dalam suasana kedisiplinan dalam melakukan penjagaan diri, bukan semata-mata bentuk “mengisi waktu luang” Tarbiyah bukan semata-mata bentuk “mengisi waktu luang” Amal Islami Menuntut Kerja Sama Antar Personel Dakwah Amal islam memerlukan ta’awun atau tolong menolong dalam aplikasinya. Untuk membentuk kebersamaan yang memungkinkan adanya proses ta’awun dalam kebaikan, diperlukanlah tarbiyah. Pentingnya tarbiyah bagi akhwat muslimah, agar terbentuk kebersamaan di antara muslimah dalam menunaikan amal Islami di berbagai bidang. Penyiapan Akh wa t Muslimah adalah Darurat dan Bagian dari Tuntutan Zaman Arus sekulerisme, upaya eksploitasi wanita yang semakin menjadi, dan upaya-upaya lain yang menjauhkan muslimah dari Isla...

Terimakasih LPDP (Kata Pengantar dalam Tesisku)

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Februari 2018 yang berjudul Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan ( Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2017) . Tujuan dari penyusunan tesis ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian guna memperoleh gelar Magister Akuntansi di Universitas Padjadjaran Bandung. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan penulis baik dalam hal penyajian maupun penggunaan bahasa. Namun semoga tesis ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Oleh karena itu kritik, dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan bagi penyempurnaan tesis ini. Selama persiapan, penyusunan, sampai dengan penyelesaian tesis ini penulis banyak m...